Warung Sate Sederhana “Keroncong” Jatinegara

Menikmati sate sambil diiringi alunan musik keroncong secara live, mungkin belum pernah terbayang di benak. Hari ini saya menemukannya, di antara riuh ibukota.

Selepas saya dan kedua teman saya, Liqo (mengaji). Kami berencana mencari makan yang enak. Kami bertiga memang banyak kesamaan, dari suka jalan dan suka mencoba hal yang baru, karena menurut kami, hidup harus penuh dengan kebaruan, termasuk mencoba makanan dan tempat makanan.. he he he

Kali ini, kami berniat makan di tempat makan yang tidak jauh dari Liqo, kami, yang masih di sekitar Jatinegara. Kami memilih warung makan sate sederhana, yang lebih dikenal dengan nama sate keroncong. Pilihan menunya ada tiga ragam, sate, gulai, dan tongseng, yang semuanya menu daging kambing.

sate keroncong - syakrey.com (1)
Plang Warung Sate Sederhana Jatinegara.
sate keroncong - syakrey.com (2)
Menu di Warung Sate Sederhana Jatinegara.kambing.

Tiga menu tersebut, kami pesan, karena kami ingin mencobanya. Kebetulan kami bertiga tidak ada masalah dengan daging kambing, dan suka-suka saja. Karena biasanya ada beberapa orang tidak menyukai daging kambing.

Warung makan yang terletak di Kawasan Jatinegara, gg. Lele Jl Matraman Raya 224, tepatnya samping POLSEK Jatinegara (depan deretan stasiun Jatinegara). Selain menyediakan makanan menu yang semuanya berbahan daging kambing, juga menghadirkan para pemusik dengan lagu keroncong. Musik live lah bisa dibilang, karena para bapak tersebut secara live memainkan lagu keroncong, walau dengan sederhana, sesuai nama warung makannya, warung makan sederhana. Itu kenapa warung makan tersebut lebih dikenal dengan nama sate keroncong daripada nama warung sate sederhana.

Coba ini juga: Bakso Bom Mas Erwin

Dengan ditemani lagu lagu keroncong, menambah nikmat makan. Gulai kambing, sate kambing, tongseng kambing, habis kami makan. Tentu kami mencoba ketiganya. Kalau ditanya mana yang paling saya suka, saya akan bingung menjawabnya. Karena saya suka semuanya. Satenya yang empuk, bumbu sate -sangat terasa meresap dan terasa nikmat memanjakan lidah perasa, Serta bumbu- bumbu yang bercampur kecap, ditambah dagingnya yang empuk, membuat sate tersebut menjadi nikmat.

Begitupun dengan gulainya, kuah gulai yang terasa sekali bumbunya, serta dagingkambingnya yang empuk, benar- benar memanjakan lidah. Begitupun dengan tongseng dengan rasa yang terasa sekali rempahnya, juga dagingnya yang empuk.

Tempat makan ini, memang sederhana, Selain lokasinya yang berada wilayah keramaian. Berada di depan gang lele. Memang tempatnya sederhana, dan tanpa pendingin ruangan, hanya kipas yang tidak terlalu besar. Ruangan yang terbuka. Tapi tempatnya nyaman. Selain pelayanannya yang ramah, dan cepat tanggap dengan para pengunjungnya. Di sini tidak ada pengamen yang akan datang kapan saja, tanpa melihat orang yang sedang makan. Sebenarnya saya tidak masalah dengan para pengamen, tapi ada saatnya ingin menikmati hidangan dengan tenang.

Nah, para pemusik ini, tidak meminta uang kepada para tamu yang makan di sana. Tapi menyediakan sebuah toples yang menampung uang, bagi para tamu atau pengunjung warung makan tersebut.

Ternyata belakangan hari, saya baru tahu bahwa warung makan ini, sudah lama berdirinya, dan memang dikenal sangat enak menu-menunya. Apalagi para penggemar daging kambing. Karena ayah teman saya mengatakan, kalau beliau sering makan di sana.. Wiiih, ternyata sudah banyak pelanggannya, warung makan tersebut.

So, bagi yang suka wisata kuliner, terlebih yang penggemar daging kambing. Bisa mencoba makan di sini. Bisa memanjakan lidah dan perut tentunya karena kenyang… he he

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sorry :D