Titik Balik

Setiap manusia akan mengalami titik balik dalam hidupnya. Titik balik terjadi ketika seseorang mengalami peristiwa yang menyentuh hati yang terdalam. Mengubah diri seseorang.

Seseorang yang sebelumnya sangat mencintai dunia, menikmati semua fasilitas kesenangan yang dirasakannya, bisa berubah sangat mendalami hidup, bahwa hidup bukan hanya senang-senang belaka. Bahwa hidup akan dipertanggung jawabkan di akhirat. Kalaupun menikmati hidup, tetap menyadari bahwa semua adalah milik-Nya dan akan kembali pada-Nya.

Seorang perempuan yang dulu tidak pernah terpikir untuk berhijab dalam hidupnya, disentuh hatinya oleh Allah untuk memakai hijab, bahkan terus memanjangkan hijabnya tentu dengan menambahkan ilmunya. Karena apapun perbuatan baik harus didasari dengan ilmu, dan terus belajar serta memperbaiki diri.

Seseorang yang selama ini tinggi hati, merasa pantas untuk diperlakukan istimewa, menjadi pribadi yang merasa bukan siapa-siapa, dan terus memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik lagi dalam segala hal. Merasa malu, apabila ada yang membicarakan kebaikannya, karena dirinya tidak sebaik apa yang dibicarakan orang lain. Bahwa betapa baiknya Allah yang membuatnya tampak baik. Menampakkan kebaikan-Nya melalui dirinya. Padahal dirinya menyadari hanya manusia biasa tempatnya salah dan lemah.

Seseorang yang dulu sangat pemalas, karena banyak kemudahan yang didapatnya, sehingga tidak membuatnya berusaha untuk meraih sesuatu, karena tanpa usaha, dirinya sudah mendapatkan dengan mudah. Berubah menjadi orang yang sangat keras dalam meraih impiannya, karena berapa kegagalan membuatnya jatuh dan menangis.

Baca Juga: Cemburu

Seseorang yang selama ini tidak menghargai apa yang dimilikinya, karena mendapatkan dengan mudah, berubah menjadi pribadi yang sangat menghargai apa yang diraihnya, dimilikinya, karena berapa kali kehilangan membuatnya rapuh.

Seseorang yang menganggap enteng kesalahan, akan berubah menjadi orang yang sangat hati- hati. Seseorang yang baginya dulu ketika melakukan kesalahan, menganggapnya biasa saja, akan berubah menjadi orang yang terus mengevaluasi diri ketika melakukan kesalahan.

Seseorang yang dulu mengedapankan emosinya ketika marah, berubah menjadi pribadi yang sangat hati-hati dalam berkata, takut melukai perasaan orang lain. Walau akhirnya marahpun, dipilih kata dan sikap yang baik agar tercapai maksud yang dituju untuk kebaikan. Ketika merasa tidak bisa mengendalikan emosi, lebih baik diam dan pergi, hingga tenang kembali.

Seseorang yang dulu hanya ingin dimengerti,bisa berubah menjadi orang yang selalu berusaha mengerti dan memahami orang lain. Yang dulu keras hati, bisa menjadi pribadi yang lunak hatinya.

Seseorang yang selama ini biasa saja dengan agamanya, walau dididik dari kecil untuk mengenal agamanya, tapi tidak sampai mengena dihati, akan berubah menjadi orang yang terus mendalami agamanya, karena merasa tidak tahu apa-apa.

Seseorang dulu dangkal dalam memandang hidup, berubah menjadi pribadi yang mendalami hidup.

Dan banyak hal titik balik seseorang dalam hidupnya. Berubah dari sebelumnya. Sungguh Allah Maha pembolak balik hati..

Semoga Allah, senantiasa memeluk hati kita agar tetap dekat dengan-Nya selalu.. Karena tanpa-Nya, tiada arti apa-apa.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sorry :D